Rabu, 17 Juni 2020

Review Buku “Rahasia Di Balik Penciptaan Organ Tubuh Manusia”


Judul Buku   : Rahasia Di Balik Penciptaan Organ Tubuh Manusia
Penulis : dr. Muhammad Suwardi
Penerbit      : Zahira
Jumlah Hlm : 184
Edisi : Cetakan I, Januari, 2015
ISBN : 978-602-1139-68-4

Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan membaca buku ini sesuai target yang ditetapkan. Ketika membaca judulnya saya sudah tertarik dan kemudian membacanya hingga tuntas. Ditulis oleh dr. Muhammad Suwardi yang telah berpengalaman dalam dunia kesehatan sekaligus penulis "Rahasia Sehat Rasulullah yang Tak Pernah Sakit"

Buku ini terdiri atas empat bagian. Pada bagian satu, kita dikenalkan dengan ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia. Arti dan makna organ anatomi spiritual. Ada empat organ anatomi spiritual yaitu: otak, jantung, hati, dan lidah. Bagian dua mengenai anatomi spiritual dalam kehidupan, hubungan otak dan hati. Bagian tiga, patofisiologi anatomi spiritual. Bagian empat, penyakit anatomi spiritual dan terapi penyakit anatomi spiritual.

Dengan membaca buku ini kita akan semakin paham bahwa Allah menciptakan segala sesuatu tidak ada yang sia-sia. Bahkan dalam organ tubuh kita sendiri syarat akan makna penciptaanya. Bila kita tarik garis dari organ jantung dari atas ke arah bawah, lalu melengkung. Kemudian, naik ke atas sampai otak. Lalu, dari otak, kita tarik garis menurun ke arah hati. Dari hati, garis tersebut melengkung menuju ke lidah, garis itu agak bergeser sedikit ke arah kanan. Keseluruhan garis tersebut akan membentuk lafadz "Allah". Ini belumlah sempurna untuk membentuk lafadz "Allah" karena kurang Alif. Dengannya, maka huruf Alif dibentuk oleh otak dan hati sebagai garis vertikal.
Jika direnungkan lebih mendalam, maka kesadaran diri akan hakikat kita sebagai makhluk ciptaan Allah akan semakin besar.

Buku ini banyak mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah. Dan kesemuanya yang ada dalam diri kita kelak akan dipertanggungjawabkan. Maka harus kita kontrol dalam pengaplikasian di kehidupan sehari-hari.

Saya rekomendasikan untuk semua kalangan membaca buku ini. In syaa Allah mampu menambah keimanan kita. Semangat memperbaiki diri, memupuk keistiqomahan dalam jiwa.

~Salam Cinta
Kelompok 5 Riset LPKM UIN Sumatera Utara.
Mentor: Kak Andini Aprilia

Selasa, 24 Maret 2020

“COVID-19: Waspada Perlu, Panik Tidak Perlu”

“COVID-19: Waspada Perlu, Panik Tidak Perlu”


Saat ini, dunia sedang dihebohkan dengan Virus Corona. Sebelum
melangkah jauh, apa sih sebenarnya virus Corona itu? WHO secara resmi
mengumumkan virus Corona, COVID-19 sebagai pandemi. Penyebarannya lebih
mudah dan cepat di antara manusia. Pasien pengidap virus Corona tidak dapat
diketahui secara langsung, melainkan dilihat dari gejala awal seperti batuk, flu,
radang tenggorokan, maupun sesak nafas. Untuk pencegahan agar terhindar dari
virus Corona yang paling penting ialah menjaga daya tahan tubuh (imunitas
tubuh) dengan berolahraga, makanan bergizi seimbang, konsumsi vitamin, dan
hindari kontak langsung dengan orang lain. Selain itu, dapat dilakukan dengan
menjaga wudhu, rajin mencuci tangan menggunakan handsanitizer atau sabun
cuci tangan cair.
Siapa yang bisa menjamin kita tidak terjangkit virus Corona? Oleh
karenanya kewaspadaan perlu ditingkatkan, sebab virus Corona dapat berada di
mana saja dan dapat menginfeksi kapan saja. Virus Corona dapat bertahan
berjam-jam bahkan berhari-hari pada benda-benda di sekitar kita.
Dikutip dari CNN Indonesia (19/03/2020) Jaksa Agung, Sanitiar
Burhanuddin memerintahkan para jaksa di seluruh Indonesia agar memberikan
tuntutan pidana semaksimal mungkin bagi para oknum terutama penimbun
masker dan sembako yang memanfaatkan kesempatan di tengah wabah COVID-
19 di Indonesia. Dalam Islam sendiri hal itu diharamkan. Kandungan QS. Az-
Zalzalah: 7-8 meliputi banyak hal, salah satunya pelaksanaan distribusi dalam
berdagang bertujuan untuk saling memberi manfaat dan menguntungkan satu
sama lain dengan adil dan jujur sebab sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan
akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.
Tak sampai disitu, ada yang mengalami panic buying. Oke, kita hanya bisa
berusaha maksimal, dawamkan doa dan tawakkal pada-Nya. In syaa Allah kita
semua dilindungi Allah Swt. Waspada perlu, panik tidak perlu, mari kita bekerja
sama menyukseskan program pemerintah 14 hari di rumah. #StayAtHome dengan hal-hal positif mampu memutus rantai COVID-19.
~Penulis adalah pegiat literasi di FLP Medan dan LPKM UIN SU

Jumat, 15 November 2019

Keep Our Eyes Healthy

Tepatnya senin, 11 November 2019 kulangkahkan kaki ke RS mata SMEC yang terletak di Jl. Iskandar Muda No. 278-280, Medan. Disini kutemui dari bayi hingga lansia memiliki masalah mata. Termasuk diriku yang mengalami mata pedih belakangan ini dan kesulitan melihat jarak jauh berkisar 4 meter terlihat sedikit kabur. Saya takut keadaan ini semakin parah bila dibiarkan. Akhirnya saya putuskan untuk konsultasi langsung ke ahlinya.
Mata adalah aset berharga dalam diri kita. Tanpanya kita tak dapat melihat gemerlap dunia. "Mata ibarat tubuh, butuh istirahat", ucap Dr. Laksono B. Sasmito, SpM kepadaku. 
Pengalaman kali pertama ditangani langsung oleh dokter mata sangat berharga bagiku, selain ramah dokter Laksono juga menjawab setiap pertanyaan yang kulontarkan padanya dengan cermat. "Karena kamu suka menulis ini saya kasih buku saya", ma syaa Allah ucapan itu terenyuh di hati

Setelah sebelumnya sempat mengabadikan foto bersama dengan beliau. Sayang, saya berkedip. Tak apalah alhamdulilah kesempatan datang menyapa. Terima kasih dok, teruslah menginspirasi dan menebar manfaat.

Alhamdulilah mata saya sudah membaik. Memakai obat tetes yang diberikan pihak unit farmasi RS SMEC 6x sehari/tiap 3 jam 1 tetes pada mata kanan dan kiri. Dan saya dilarang tidur di atas jam 22:00 WIB selama seminggu ini. Selain itu, saya juga konsumsi wortel dan rimbang mentah. Semaksimal mungkin saya ikuti petunjuk dokter. 
 Dapat saya simpulkan bahwa daya tahan mata tiap orang berbeda-beda. Bersyukurlah dan terus menjaga kesehatan mata dengan mengkonsumsi buah-buahan & sayuran kaya vitamin A, tidur yang cukup, juga mengistirahatkan mata ketika menatap handphone & laptop setidaknya dalam satu jam istirahat selama 5-10 menit memandangi sekitaran. Oke semoga bermanfaat. 

Minggu, 27 Oktober 2019

Dekapan Semangat

Pernah gak si teman-teman lihat banyak orang tidak semangat dalam melakukan sesuatu bahkan ia merasa tidak berdaya lagi hidup di dunia ini dikarenakan kehilangan semangatnya. Padahal kalau ditelisik kehilangan semangat itu manusiawi namun kalau selalu kehilangan semangat itu TERLALU. Ada banyak cara untuk selalu dalam semangat diantaranya :
1. Miliki tujuan yang jelas
2. Tidak berlarut dalam kesedihan terlebih penyesalan
3. Bergaul dengan orang-orang positif
4. Dekat dengan Tuhan
5. Mencintai diri sendiri
#7HariNgeblog

Mengatasi Keraguan

Setiap orang pasti pernah mengalami bingung. Namun jangan biarkan kebingungan menghiasi kebiasaan setiap akan menentukan pilihan. Ada tiga hal bila kita ragu :
1. Hindari tahwif (datangnya dari setan), memikirkan dengan penuh pertimbangan. Misal : "nanti makan apa kalau aku bantu dia ?" Lawanlah godaan setan yang menggoda kita untuk tidak melakukan kebaikan
2. Istighoroh
Tentunya atas dua perkara yang sama-sama dibolehkan oleh Allah Swt.
3. Minta pendapat ulama akan pilihan yang akan diputuskan.
#7HariNgeblog

Dinamika Anak Kos

Hidup jauh dari orang tua dan sanak saudara tentunya membutuhkan proses beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Beberapa kasus dari mulai biaya hingga masalah yang ada di kos turut setia menemani perjalanan kehidupan anak kos.
Sebagai anak kos saya menyadari bahwa perubahan yang kerap kali terjadi ialah :
1. Kemandirian semakin terpupuk.
2. Semangat menjalani hari karena tidak ingin mengecewakan orang tua dan keluarga di kampung halaman.
3. Semakin rajin atau malah malas. Tergantung individu masing-masing.
4. Mengurus rumah tangga sendiri dengan warga kos khususnya teman sekamar
5. Ditemui masalah-masalah anak kos.
6. Lebih berhemat atau malah semakin foya-foya.

Well, dimanapun kita berada mutiara tetaplah mutiara meski dalam lumpur sekalipun. Anggapan kehidupan anak kos yang negatif tidak menjadi rahasia lagi. Kendati demikian tidaklah semua dapat kita cap begitu. Anak kos mestilah rajin, semangat, hemat, dan hebat mengatur finansial, waktu dsb. Sebab di fase inilah terjadi perubahan signifikan yang tidak semua orang mampu menjalani dengan baik. Ayo tunjukan donk kita anak kos hebat, bermanfaat, bermartabat.
#7HariNgeblog

Kamis, 24 Oktober 2019

Profesi Guru Nan Mulia

Banyak orang mengatakan bahwa profesi paling mulia adalah guru. Bagaimana tidak ? darinyalah lahir profesi-profesi lainnya di muka bumi ini. Benar saja tidak ada mantan guru. Yang ada mah mantan pacar dan sebagainya hehe. Lantas mengapa sih masih banyak orang yang menganggap remeh profesi ini dengan dalih gaji guru honor yang terbilang murah ? Padahal sang guru tengah ikhlas menransfer ilmu-ilmunya ke anak didik. Terlebih seorang guru harus memiliki stok sabar yang cukup dalam memahami ragam karakter siswa di kelas.
Guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dengan metode yang beragam agar siswa tidak bosan. Dapat dilakukan indoor maupun outdoor.

 Misalnya mengajak mereka untuk role play, lebih dekat dengan alam, dan membuat mereka menemukan sendiri hal-hal baru di sekelilingnya. Teringat betul ketika aku diamanahkan mengganti mengajar matematika di SMP AMI Medan. Ma syaa Allah semangat mengajar itu semakin membuncah melihat senyum semangat mereka. Profesi mulia ini mestinya kita hargai dan tidak boleh pandang remeh khususnya seorang siswa. Sebab bila kita memandang dengan sebelah mata atau ngelawan guru maka ilmu itu tidak akan berkah.
Okey.. masih sanggup melawan guru ? Ku harap jawabnya tidak.
#7HariNgeblog